🌙✨ SALAT TARAWIH 20 RAKAAT: MENOLAK PENDAPAT 8 ✨🌙
📖 Pendahuluan: Kenapa Tarawih Harus 20 Rakaat?
Salat Tarawih adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Namun, ada yang berpendapat bahwa jumlah rakaatnya hanya 8 rakaat, padahal pendapat yang benar dan telah diamalkan oleh mayoritas umat Islam sejak zaman sahabat adalah 20 rakaat!
💡 Artikel ini akan membuktikan bahwa Tarawih adalah 20 rakaat berdasarkan dalil-dalil kuat dari hadis, atsar sahabat, dan kitab-kitab fiqih ulama mazhab Syafi’i.
🔥 1. Dalil Kuat Bahwa Tarawih 20 Rakaat dari Hadis & Atsar Sahabat
✅ a. Hadis Ibnu Abbas: Umar bin Khattab Memerintahkan 20 Rakaat
Imam al-Baihaqi meriwayatkan dalam Sunan al-Kubra:
كَانَ النَّاسُ فِي زَمَانِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ يُصَلُّونَ فِي رَمَضَانَ عِشْرِينَ رَكْعَةً
“Di zaman Umar bin Khattab, manusia melaksanakan salat Tarawih sebanyak 20 rakaat.”
📖 (Sunan al-Baihaqi, Juz 2, hal. 496).
✅ b. Hadis dari Yazid bin Ruman
Imam Malik meriwayatkan dalam al-Muwaththa’:
كَانَ النَّاسُ يَقُومُونَ فِي زَمَانِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ بِثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ رَكْعَةً
“Pada zaman Umar bin Khattab, manusia melakukan salat malam di bulan Ramadan sebanyak 23 rakaat (20 Tarawih + 3 Witir).”
📖 (al-Muwaththa’, Juz 1, hal. 115).
🔥 Fakta Penting: Semua sahabat pada zaman Umar sepakat bahwa Tarawih dilakukan 20 rakaat. Jika 8 rakaat lebih benar, pasti para sahabat akan membantahnya!
❌ 2. Menolak Pendapat Tarawih 8 Rakaat
📌 Hadis yang sering digunakan untuk membatasi Tarawih 8 rakaat:
مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً
“Rasulullah ﷺ tidak pernah salat malam di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan lebih dari 11 rakaat.”
📖 (HR. Bukhari, No. 1147).
🚨 KESALAHAN DALIL INI:
✅ Hadis ini tidak berbicara tentang Tarawih, tetapi tentang salat malam Nabi di rumah (Qiyamul Lail)!
✅ Jika Nabi ﷺ hanya melakukan 8 rakaat Tarawih, mengapa para sahabat dan khalifah setelahnya justru mengamalkan 20 rakaat?
📌 Kesimpulan: Hadis ini tidak bisa dijadikan hujjah untuk membatasi Tarawih menjadi 8 rakaat.
📜 3. Pendapat Ulama Mazhab Syafi’i Tentang 20 Rakaat
📌 a. Imam al-Syafi’i dalam Kitab Al-Umm
وَرَأَيْتُ النَّاسَ بِالْمَدِينَةِ يَقُومُونَ بِتِسْعَةَ عَشْرَةَ رَكْعَةً، وَالَّذِي يَخْتَارُهُ أَهْلُ مَكَّةَ أَفْضَلُ
“Aku melihat penduduk Madinah melaksanakan salat (Tarawih) sebanyak 19 rakaat, tetapi yang dipilih oleh penduduk Makkah lebih utama.”
📖 (al-Umm, Juz 1, hal. 225).
🔥 Penduduk Makkah mengerjakan 20 rakaat Tarawih, dan ini yang lebih utama menurut Imam Syafi’i.
📌 b. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab
وَأَمَّا صَلَاةُ التَّرَاوِيحِ فَعِشْرُونَ رَكْعَةً بِالِاتِّفَاقِ
“Adapun salat Tarawih, maka jumlahnya 20 rakaat menurut kesepakatan (ulama mazhab Syafi’i).”
📖 (al-Majmu’, Juz 4, hal. 31).
🔥 Tidak ada ulama Syafi’i yang mengatakan Tarawih hanya 8 rakaat!
📌 c. Kitab I’anatuth Thalibin
وَالسُّنَّةُ فِي صَلَاةِ التَّرَاوِيحِ أَنْ تُؤَدَّى بِعِشْرِينَ رَكْعَةً
“Sunnahnya salat Tarawih dikerjakan dengan 20 rakaat.”
📖 (I’anatuth Thalibin, Juz 1, hal. 260).
🕌 4. Tarawih 20 Rakaat adalah Ijma’ Ulama 4 Mazhab
✅ Mazhab Hanafi: 20 rakaat (al-Durr al-Mukhtar, Juz 2, hal. 44).
✅ Mazhab Maliki: Minimal 20 rakaat (al-Mudawwanah, Juz 1, hal. 287).
✅ Mazhab Syafi’i: 20 rakaat (al-Majmu’, Juz 4, hal. 31).
✅ Mazhab Hanbali: 20 rakaat (al-Mughni, Juz 2, hal. 604).
🚨 Tidak ada mazhab fiqih yang membatasi Tarawih hanya 8 rakaat!
🏆 Kesimpulan Akhir
🔹 Tarawih 20 rakaat adalah sunnah yang telah diamalkan sejak zaman sahabat.
🔹 Hadis yang digunakan untuk membatasi Tarawih menjadi 8 rakaat adalah keliru dalam konteksnya.
🔹 Seluruh mazhab sepakat bahwa Tarawih minimal 20 rakaat, dan ini yang diamalkan di seluruh dunia Islam.
🔹 Pendapat 8 rakaat hanya muncul belakangan dan bertentangan dengan ijma’ ulama salaf.
💡 Maka, mari kita mengikuti sunnah yang benar dengan mengerjakan Tarawih 20 rakaat seperti yang dilakukan oleh para sahabat dan ulama salaf!
📌 Wallahu A’lam. Semoga bermanfaat! 🌟
