"Tauhid Asy’ariyah-Maturidiyah: Jalan Lurus Ahlu Sunnah yang Terlupakan" ✨🕋☁️📿💡📖🌙🧠❤️🕌
Tauhid bukan sekadar mengucap Lā ilāha illallāh, tapi membangun keyakinan yang benar dalam hati. Dalam Ahlussunnah wal Jamaah, dua tokoh besar yaitu Abu al-Hasan al-Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi adalah peletak dasar tauhid yang lurus dan seimbang, jauh dari tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk) dan ta’thil (meniadakan sifat Allah).
Dalam kajian pesantren dan kitab kuning klasik, tauhid dibagi menjadi tiga bidang penting:
Mengenal Dzat Allah
Mengenal Sifat-sifat-Nya
Menetapkan Ketuhanan tanpa Syirik
1. Allah Wujud Tanpa Tempat dan Arah
Menurut Kifayatul Awam karya Syaikh Ahmad al-Marzuqi al-Maliki:
الله موجود بلا مكان ولا جهة
“Allah ada tanpa tempat dan tanpa arah.”
Ini membantah pemikiran yang menganggap Allah berada di langit atau duduk di atas 'Arsy secara fisik. Tauhid Asy’ariyah menegaskan:
ليس كمثله شيء وهو السميع البصير
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura: 11)
2. Menetapkan Sifat-Sifat Allah Tanpa Menyerupakan
Dalam kitab Jawharatut Tauhid, Syaikh Ibrahim al-Laqani menyebut:
وكل ما أتى به الرسولُ فحقه التسليم والقبولُ
“Segala yang datang dari Rasul, wajib diterima dan diyakini.”
Sifat-sifat seperti Ilmu, Qudrah, Iradah bukanlah seperti sifat manusia. Asy’ariyah-Maturidiyah menggunakan pendekatan tafwidh dan ta’wil untuk menjaga keagungan Allah.
3. Tauhid yang Menyeimbangkan Akal dan Wahyu
Imam Abu Mansur al-Maturidi dikenal dengan pendekatannya yang kuat dalam menggunakan akal dalam membela aqidah. Namun tidak menyimpang dari wahyu. Ini berbeda dengan liberalisme modern yang menjadikan akal di atas segalanya.
Imam Al-Ghazali (tokoh besar Asy’ariyah) berkata dalam al-Iqtishad fi al-I’tiqad:
العقل أساس النقل، والنقل هو ضياء العقل
“Akal adalah landasan memahami wahyu, dan wahyu adalah cahaya bagi akal.”
4. Menjauhkan dari Pemikiran Tasybih dan Tajsim
Kaum Asy’ariyah menolak pemahaman kaum mujassimah (yang menyerupakan Allah dengan makhluk). Dalam kitab al-Ibanah karya Imam al-Asy’ari:
إن الله لا يُشبه شيئًا من خلقه
“Sesungguhnya Allah tidak menyerupai sedikit pun dari makhluk-Nya.”
Penutup: Inilah Aqidah Mayoritas Ulama dan Umat Islam Selama Berabad-abad
Aqidah Asy’ariyah-Maturidiyah telah menjadi pegangan para imam besar: Imam Nawawi, Imam al-Ghazali, Imam Suyuthi, Imam Ibn Hajar, Imam al-Ramli, Imam Ar-Rafi’i, dan banyak lagi.
Inilah jalan lurus umat Islam yang diridhai!
Pegang teguh tauhid ini, karena inilah benteng dari pemikiran menyimpang yang tersebar hari ini!
🕌✨📿🕋❤️📖🔥🌙🧠☁️
